Loading...

Tata Nama Senyawa Hidrat, Contoh Soal dan Pembahasan

Advertisement
Di alam semesta ini terdapat berjuta-juta senyawa, sehingga Komisi Tata Nama IUPAC (International Union for Pure and Applied Chemistry), suatu badan di bawah UNESCO menyusun suatu aturan mengenai sistem tata nama senyawa kimia yang digunakan secara seragam di seluruh dunia. Untuk mempermudah dalam pemberian nama, senyawa kimia dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu senyawa anorganik dan anorganik.


Tata Nama Senyawa Hidrat, Contoh Soal dan Pembahasan
Senyawa anorganik ini sendiri terdiri dari senyawa biner dari logam dan nonlogam (biner ionik), senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam (biner kovalen), senyawa yang mengandung poliatom, senyawa asam, basa dan garam serta senyawa hidrat. Nah dalam kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai tata nama senyawa hirat. Namun sebelumnya, tahukah kalian apa itu senyawa hidrat? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Senyawa Hidrat?
Beberapa senyawa kimia yang berwujud kristal dapat mengikat air dari udara atau bersifat higroskopis, sehingga kristal senyawa tersebut mengandung air kristal. Senyawa yang mengandung air kristal inilah yang disebut dengan hidrat. Kristal hidrat tidak berair karena molekul airnya terkurung rapat dalam kristal senyawa. Molekul air yang terkandung di dalam senyawa hidrat biasanya dapat dihilangkan dengan pemanasan tanpa mengubah komposisi senyawa tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian dari senyawa hidrat adalah sebagai berikut.
Senyawa hidrat merupakan salah satu senyawa kimia berwujud kristal yang molekulnya berikatan dengan molekul air.
Contoh senyawa hidrat adalah CuSO4.5H2O, dari rumus kimia senyawa tersebut mengandung arti bahwa setiap satu molekul CuSO4 berikatan dengan lima molekul air (H2O). Contoh lainnya adalah senyawa CaCl2.2H2O yang berarti bahwa satu molekul CaCl2 berikatan dengan dua molekul H2O.

Aturan Penulisan Nama Senyawa Hidrat

Dari dua contoh senyawa hidrat di atas, dapat diketahui bahwa senyawa hidrat tersusun atas senyawa ion dan air. Perhatikan skema berikut ini.
CuSO4.5H2 Cu2+ + SO42- + 5 H2O
CaCl2.2H2 Ca2+ + Cl- + 2 H2O
Karena tersusun atas senyawa ion, maka penamaan senyawa hidrat mengikuti sistem tata nama senyawa ion dengan tambahan jumlah molekul air yang ditulis dengan sistematika nomor Romawi lalu kata hidrat. Sistematika nomor romawi adalah sebagai berikut.
1
=
Mono
6
=
Heksa
2
=
Di
7
=
Hepta
3
=
Tri
8
=
Okta
4
=
Tetra
9
=
Nona
5
=
Penta
10
=
Deka

Secara ringkas, aturan penamaan senyawa hidrat mengikuti aturan rumus berikut ini.
Kation + Anion + Jumlah Air + Hidrat
Contoh:
CuSO4.5H2O
=
Tembaga(II) sulfat pentahidrat
CaCl2.2H2O
=
Kalsium klorida dihidrat

Bagaimana? Sangat mudah bukan dalam menentukan nama senyawa hidrat? Agar pemahaman kalian lebih mantap mengenai tata nama senyawa hidrat, perhatikan contoh soal mengenai penamaan senyawa hidrat dan jawabannya berikut ini.

Contoh Soal dan Pembahasan Tata Nama Senyawa Hidrat

Lengkapilah tabel di bawah ini.
Rumus Kimia
Jumlah Molekul Air
Nama Senyawa
CaSO4.2H2O


H2C2O4.2H2O


Na2SO4.5H2O


MgSO4.7H2O


Na2CO3.10H2O


BaCl2.8H2O


Ba(OH)2.8H2O



Jawab
Rumus Kimia
Jumlah Molekul Air
Nama Senyawa
CaSO4.2H2O
2
Kalsium sulfat dihidrat
H2C2O4.2H2O
2
Asam oksalat dihidrat
Na2SO4.5H2O
5
Natrium sulfat pentahidrat
MgSO4.7H2O
7
Magnesium sulfat heptahidrat
Na2CO3.10H2O
10
Natrium karbonat dekahidrat
BaCl2.8H2O
8
Barium klorida oktahidrat
Ba(OH)2.8H2O
8
Barium hidroksida oktahidrat

Demikianlah artikel tentang pengertian dan tata nama senyawa hidrat beserta contoh soal dan pembahasannya. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Apabila terdapat kesalahan tanda, simbol, huruf maupun angka dalam penulisan artikel mohon dimaklumi. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru